Arsip

Posts Tagged ‘#seungri’

“What Can I Do” behind the scene

Februari 3, 2011 Tinggalkan komentar

Iklan
Kategori:Big Bang Tag:

[FF] One Shot/Tell Me Good Bye vers.1/T

November 12, 2010 Tinggalkan komentar

Title: Tell Me Good Bye

Genre: Au, Stuff

Rating: Teenager

Length: One Shot

Author: Fransiska

Cast:

-Choi Seung Ri a.k.a Seung Ri Big Bang

-Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon Big Bang

-Kim Kyu Jong SS501

-Song Hyun Ri a.k.a Author

***

Choi Seung Ri, namja berumur 19 tahun. Kuliah di Chungang University jurusan psikologi semester 4. Ia mempunyai seorang dongsaeng bernama Choi Kyu Jong dan seorang sahabat bernama Kwon Ji Yong. Setiap hari kerjaannya adalah mengamati seorang yeoja bernama Song Hyun Ri, anak SMA kelas XII IPA, berumur 17 tahun, yang sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional. Seung Ri jatuh cinta pada Hyun Ri sejak pertama kali ia melihat yeoja itu. Setiap kali Hyun Ri pulang sekolah, Seung Ri akan pergi ke sekolah Hyun Ri untuk mengamati yeoja itu. Seung Ri juga sering mengambil foto Hyun Ri secara diam-diam.

“Kenapa kau tidak langsung mendekati yeoja itu saja?” tanya Ji Yong ketika Seung Ri akan pergi mengamati Hyun Ri.

“Aku menunggunya tamat SMA. Aku tidak mau jalan bersma yeoja yang masih memakai seragam,” jawab Seung Ri. Menurut Ji Yong, alasan Seung Ri sangatlah tidak masuk akal. Baru kali ini ia mendengar alasan bodoh seperti itu.

Ji Yong juga selalu bersabar kalau Seung Ri mulai menceritakan hasil pengamatannya. Terkada berita yang dibawakan oleh Seung Ri sangatlah tidak penting ataupun sudah pernah diceritakannya. Dan setiap kali Seung Ri menceritakan hal yang sudah ia pernah ceritakan, Ji Yong akan melanjutkan ceritanya karena ia hafal apa yang akan diceritakan Seung Ri selanjutnya. Dan biasanya tinggal Seung Ri yang malu-malu sendiri.

Jika Seung Ri tidak melihat Hyun Ri sehari saja, ia akan langsung kelabakan seperti seorang raja yang kehilangan seluruh harta kerajaannya. Pertanyaan-pertanyaan aneh akan diucapkan Seung Ri. Ji Yong dan Kyu Jong adalah sasaran empuk untuk mendengar setiap curhatan Seung Ri tentang Hyun Ri. Ji Yong dan Kyu Jong selalu memasang dalam ingatannya, jangan pernah membantah apa yang Seung Ri ucapkan karena hal itu akan membuat ceritanya semakin panjang.

Mendekati ujian akhir, tingkah laku Seung Ri semakin tidak manusiawi.Ji Yong dan Kyu Jong hanya bisa bersabar menghadapi semua kelakuan Seung Ri. Ia selalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang aneh-aneh, seperti “Apakah Hyun Ri akan lulus?”, “Apa ia sudah belajar?”, “Apakah ia bisa menghadapi soal-soal ujiannya?”, dan berbagai pertanyaan aneh lainnya.

Menjelang kelulusan, sikap Seung Ri semakin keterlaluan. Ia selalu mengamati Hyun Ri dari yeoja itu keluar rumah sampai masuk ke rumahnya lagi. Seung Ri juga menjadi sering bolos kuliah demi mengamati dan memastikan Hyun Ri dalam keadaan selamat. Seung Ri juga menjadi lebih pendiam. Ia bingung mau memberikan hadiah apa ketika Hyun Ri lulus nanti. Ia juga rela menghemat hingga tidak jajan demi membelilkan hadiah untuk Hyun Ri.

Seung Ri sangat gembira saat mengetahui bahwa Hyun Ri lulus dengan nilai yang baik. Ia tidak sabar menanti Hyun Ri didepan kampusnya. Tapi Seung Ri kecewa, ternyata Hyun Ri malah satu kampus dengan Kyu Jong. Kyu Jong selalu bersabar menghadapi setiap omelan Seung Ri.

“Kenapa ia harus satu kampus denganmu?” tanya Seung Ri ketika ia mengetahui bahwa Kyu Jong lah yang satu kampus dengan Hyun Ri.

“Mollasaeyo. Aku kan bukan appanya,” jawab Kyu Jong.

“Tapi aku tidak rela ia dekat denganmu,”

“Itu urusanmu. Aku juga tidak berharap ia bersamaku,”

“Kalau begitu aku memberimu tugas untuk menjaganya. Jangan sampai ia jatuh cinta pada siapapun. Jangan sampai ia punya pacar,”

“Mwo? Andwae! Emang aku siapanya Hyun Ri,” kata Kyu Jong yang kaget mendengar kata-kata Seung Ri.

“Ayolah saeng. Kau kan dongsaengku yang paling baik,” kata Seung Ri dengan nada membujuk.

“Kalau kau bukan hyungku, aku tidak akan mau melakukannya,” kata Kyu Jong.

“Gomawo, saengie. Aku tahu kau adalah dongsaeng terbaik. Hahaha,” kata Seung Ri sambil tertawa.

Tapi seiring berjalannya waktu, Kyu Jong menjaga Hyun Ri bukan didasarkan pada Seung Ri lagi, tapi ada perasaan lain yang ia rasakan terhadap Hyun Ri. Hyun Ri juga merasakan ada perubahan pada sikap Kyu Jong. Kyu Jong menjadi sangat protek terhadap dirinya. Kemanapun ia pergi, Kyu Jong akan selalu ada. Seung Ri menganggap hal itu sebagai rasa sayang Kyu Jong terhadap dirinya. Seung Ri tidak menyadari bahwa Kyu Jong juga mencintai Hyun Ri.

“Kenapa kau tidak menyatakan perasaanmu pada Hyun Ri sampai saat ini?” tanya Ji Yong. Ia sadar bahwa kyu Jong juga jatuh cinta pada Hyun Ri. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Kyu Jong lah yang menjadi namja chingunya Hyun Ri.

“Aku merasa belum siap. Tapi aku akan menyatakan perasaanku jika aku siap,” jawab Seung Ri sambil tersenyum.

“Tapi aku khawatir melihat kedekatan Kyu Jong dan Hyun Ri,”

“Mwo? Jadi kau pikir bahwa Kyu jong juga menyukai Hyun Ri?”

“Molla. Kan itu hanya perasaanku saja,”

“Mana mungkin. Aku yakin perhatian Kyu jong selama ini karena ia sayang padaku. Haha,”

“Ani. Coba kau ingat lagi. Kyu Jong pernah membantumu seperti sekarang? Terus apakah kau pernah ingat Kyu Jong dekat dengan seorang yeoja?”

“Memang tidak pernah. Tapikan mungkin saja ia telah berubah dan mau membantuku dengan tulus,”

“Terserah kau sajalah. Yang harus kau ingat bahwa banyak peluang Kyu Jong jatuh cinta pada Hyun Ri begitu pula sebaliknya,” kata Ji Yong yang mulai kewalahan menghadapi Seung Ri.

Seung Ri kembali merenungkan kata-kata yang diucapkan Ji Yong. Memang ada banyak peluang bahwa Kyu Jong jatuh cinta pada Hyun Ri, begitu pula dengan Hyun Ri. Apalagi Kyu Jong memang sangat dekat dengan Hyun Ri. Terus apa yang harus ia lakukan jika itu benar terjadi?

2 weeks later..

“Ji Yong-ah!” teriak Seung Ri.

“Emang harus teriak gitu ya? Mworago?” kata Ji Yong yang kesal.

“Aku siap,” kata Seung Ri dengan wajah berseri-seri.

“He? Siap apa?”

“Aigo! Aku lupa memberitahumu ya? Hari ini aku akan menyatakan perasaanku pada Hyun Ri,”

“Gurae? Aku ikut ya?”

“Ne. Kau dan Kyu Jong memang wajib ikut,”

“Whoaa..” Ji Yong sangat senang bahwa Seung Ri juga mengajaknya. ” Eh, hadiah apa yang akan kau berikan?” tanya Ji yong.

“Aku sudah membelikannya sebuah liontin. Terus aku juga akan memperlihatkan foto-foto yang selama ini sudah aku kumpulkan,” jawab Seung Ri dengan semangat .

“Jeongmal gomawo, chingu. Aku sudah memberitahu Kyu Jong. Sekarang ia bersama Hyun Ri sedang menunggu di depan cafe,”

“Kalau begitu kita berangkat sekarang!” Ji Yong begitu bersemangat. Bukan karena Seung Ri akan mendapat seorang yeoja chingu baru, tapi ia akan segera bebas dari curhatan Seung Ri yang tidak penting lagi.

“Tunggu dulu!” kata Seung Ri tiba-tiba. Raut mukanya berubah serius.

“Mworago? Kau sakit?”

“Aniyo. Aku cuma mau bilang eee…”

“Mworago?”

“Kalau aku pergi, tolong sampaikan pada Kyu Jong, aku titip Hyun Ri,” kata Seung Ri. Tiba-tiba saja perasaannya menjadi tidak enak.

“Kau bicara apa sih? Kayak mau mati saja,”

“Gwechanayo. Perasaanku hanya tidak enak,”

“Sudahlah. Ada yang menunggumu,” kata Ji Yong. Ia berusaha menyingkarkan perasaan Seung Ri itu dari benaknya.

@Cafe’s Area

“Hwaiting, Seung Ri-ah!!” kata Ji Yong saat Seung Ri turun dari mobilnya.

“Kau tidak ikut?”

“Aniyo. Aku lihat dari mobil saja. Hahaha,”

“Dasar.”

Di seberang jalan, di depan cafe tersebut, Hyun Ri berdiri berdampingan dengan Kyu jong. Entah kenapa Kyu Jong merasa sedih karena harus kehilangan Hyun Ri, dan mungkin saja cintanya akan bertepuk sebelah tangan.

Sampai saat ini, Kyu Jong belum memberitahu Hyun Ri tujuannya mengajak Hyun Ri ke cafe itu, Setiap kali Hyun Ri bertanya, ia hanya diam.

“Kyu Jong-ah!” teriak Seung Ri dari ujung jalan. Kyu Jong pun melambaikan tangannnya.

“Dia hyung ku,” kata Kyu Jong kepada Hyun Ri. “Dia ingin mengatakan sesuatu padamu. Atau mungkin melakukan sesuatu. Haha,”

“Mwo? Padaku? Tapi kenapa harus bawa bunga?” tanya Hyun Ri yang melihat Seung Ri membawa buket bunga dan bingkisan dalam pelukannya.

“Sudahlah. Kau lihat saja,” ujar Kyu Jong. Hyun Ri semakin penasaran dengan apa yg akan dilakukan Seung Ri. Apa mungkin namja itu akan menembak dirinya? pikir Hyun Ri.

Seung Ri berjalan menyeberangi jalan dengan perasaan berbunga-bunga. Ia tidak menyangka bahwa penantiannya selama setahun akan segera berakhir. Ia tidak sabar menunggu Hyun Ri mengatakan ‘jeongmal saranghaeyo, oppa’, ia tidak sabar menunggu Hyun Ri memanggilnya ‘jagiya’. Ia tidak sabar membayangkan 5 tahun lagi ia akan menjadi seorang appa dan Hyun Ri menjadi umma. Hyun Ri memanggilnya ‘yeobo’, mereka akan punya banyak cucu.

Seung Ri yang sudah tidak dapat menahan perasaannya lagi berteriak di tengah jalan, “JEONGMAL SARANGHAEYO HYUN RI-SSI!!” Semua orang yang ada disekitarnya bisa mendengar ucapannya dengan jelas, termasuk Hyun Ri.

Tiba-tiba saja kejadian itu terasa begitu cepat. Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju ke arah Seung Ri. Segera setelah itu sesosok tubuh terpental dua meter jauhnya dari tempat ia berdiri. Darah bercucuran dari setiap senti tubuhnya. Bunga dan bingkisan yang dibawanya berserakan ditengah jalan. Kalung yang ia beli dari hasil jerih payahnya hancur berkeping-keping.

Ji Yong dan Kyu Jong segera berlari menghampiri tubuh Seung Ri yang tergeletak sudah tidak bernyawa.

“HYUNGGG!!!!” teriak Kyu Jong. Ia menggunacang-guncang tubuh Seung Ri tapi tetap saja tubuh itu terkulai lemas dan tak bernyawa.

Ji Yong terdiam melihat tubuh sahabatnya bersimbah darah dan tak bernyawa. Baru beberapa saat tubuh itu berjalan penuh senyuman dengan seikat mawar putih dan bingkisan yang penuh arti. Baru beberapa saat lalu tubuh itu berteria ‘jeongmal saranghae Hyun Ri’ dan itu tak akan pernah terdengar lagi.

Hyun Ri masih belum menyadari apa yang baru dialaminya. Baru beberapa saat lalu seorang namja menyatakan cinta padanya, dan sekarang namja itu pergi sebelum ia tahu siapa namja itu. Kenapa hal itu bisa terjadi padanya? *karena authornya pingin gitu. hahha* *PLAK*

Hyun Ri menghampiri tubuh Seung Ri yang terkulai dalam pelukan Kyu Jong. Disekitarnya terdapat foto-fotonya dalam berbagai situasi. Siapa namja ini sebenarnya? Kenapa namja itu seolah tahu semua tentang dirinya?

@The Funeral

Puluhan orang mengelilingi sebuah makam berhiaskan batu pualam putih. Di dalam makam itu terbaring sesosok tubuh yang sangat berarti dan sekarang tubuh itu tidak akan mengisi kehangatan bagi orang-orang yang ditinggalkannya. Saat upacara pemakaman itu selesai, satu-persatu pelayat meninggalkan makam Seung Ri. Hanya ada Hyun Ri, Kyu Jong, dan Ji Yong yang masih menunggu disana.

“Kau tahu, Hyun Ri-ya?” tanya Ji Yong yang masih menatap pilu makam Seung Ri.

“Mwo?” tanya Hyun Ri balik.

Ji Yong tersenyum pahit. “Seung Ri. Ia mencintaimu melebihi apa yang kau bayangkan. Setiap hari ia selalu ke sekolahmu hanya untuk melihatmu dan mengamatimu. Ia juga selalu melaporkan hasil pengamatannya padaku dan Kyu Jong, dan menurutku tingkah lakunya itu freak,” kata Ji Yong. Ia berusaha membongkar semua kenangan Seung Ri yang bisa ia bagikan kepada Hyun Ri. “Seung Ri rela tidak jajan sebulan demi membelikanmu hadiah ketika ia akan menyatakan cinta padamu. Masih banyak lagi kenangan lagi tentang Seung Ri. Ia adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki selama ini. Aku tak menyangka ia akan meninggalkanaku secepat ini.” Tanpa sadar airmata jatuh dari kedua pelupuk matanya.

“Aku masih tidak mengerti,” kata Hyun Ri.

“Mwoyo?” tanya Ji Yong.

” Kalau ia mencintaiku, kenapa ia tidak langsung mendekatiku saja,”

Kyu Jong yang daritadi hanya diam tertawa kecil. “Itu alasan terbodoh yang pernah diucapkan Seung Ri. Ia tidak ingin jalan bersama yeoja yang masih mengenakan seragam. Aku tak akan bisa melupakan hal itu,” kata Kyu Jong.

“Dan ia rela menungguku sampai aku menjadi mahasiswi?” tanya Hyun Ri yang kaget.

“Ne,” kata Kyu Jong. Ia merogoh ke dalam sakunya dan mengeluarkan sebuah liontin. ” Ini adalah satu-satunya barang yang tersisa dari kecelakaan itu. Sebenarnya ini adalah hasil jerih payah nya hingga tidak jajan selama sebulan. Aku harap kau mau menjaganya,” kata Kyu Jong sambil meletakkan liontin itu ditelapak tangan Hyun Ri.

Hyun Ri menerima liontin itu dengan haru. Ia menangis karena kagum akan perjuangan Seung Ri. Ia juga merasa bersalah atas kematian yang dialami Seung Ri.

“Neoui mianhae,” kata Hyun Ri. “Ini semua salahku.”

“Ani. Tidak ada yang perlu dipersalahkan. Ini semua sudah terlanjur terjadi,” kata Kyu Jong.

“Kyu Jong-ah, Seung Ri menitipkan sebuah pesan padamu sebelum kecelakaan itu,” kata Ji Yong.

“Pesan apa?” tanya Ji Yong.

“Ia ingin kau menjaga Hyun Ri,”

Kyu Jong menatap makam Seung Ri. Benarkah Seung Ri rela melepas Hyun Ri demi dirinya? Atau Seung Ri memang tahu kalau dirinya juga mencintai Hyun Ri dan ia telah mempunyai firasat tentang semua ini?

“Hyung….” Kyu Jong berlutut disamping makam Seung Ri. “Sekalipun aku tidak mencintai Hyun Ri, aku akan tetpa menjaganya. Tapi kenyataannya aku juga mencintai Hyun Ri. Aku harap kau mau merestuinya,” kata Kyu Jong.

Kyu Jong berdiri dan menghampiri Hyun Ri. “Kau dengar apa yang dipesankan hyungku? Aku juga ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu. Dan aku akan mencintaimu lebih besar daripada cinta Seung Ri. Maukah kau menjadi yeoja chinguku?” kata Kyu Jong sambil menggenggam tangan Hyun Ri.

Hyun Ri menatap makam Seung Ri dengan pandangan bersalah, kagum. Ia rela melakukan apapun agar bisa menghilangkan rasa bersalahnya terhadap Seung Ri.

“Karena rasa hormatku pada Seung Ri…dan karena aku mencintaimu.. Aku mau,” jawab Hyun Ri.

Kyu Jong memeluk Hyun Ri. Ji Yong terharu melihat kejadian itu. Pastilah Seung Ri bangga mempunyai dongsaeng seperti Kyu Jong.

Saat itu juga angin berhembus sepoi-sepoi, seakan-akan mewakili kegembiraan Seung Ri; atau mungkin itu memang lah Seung Ri dalam bentuk lain. Walaupun ia tidak bisa bahagia bersama Hyun Ri, tapi Kyu Jong telah mewakili semua kebahagiaannya bersama Hyun Ri.

====FIN====

Kategori:Big Bang, CBF Tag:, ,

[FF]Oneshoot/My Heartbreaker/PG13

November 10, 2010 Tinggalkan komentar

Title: My Heartbreaker

Ratig: +13

Genre: Sad Romance, AU

Length: One Shot

Author: Fransiska a.k.a Song Hyun Ri

Cast: -Eun Hyuk a.k.a Lee Hyuk Jae (Super Junior)

Other Cast: -Song Hyun Ri a.k.a Author *yg selalu eksis xD* *plak*

-Choi Seung Ri a.k.a Seung Ri (Big Bang)

Nb: Annyeong !!!!! siska back again with my own ff gaje <- bhsa apaan?

Kali ni saya pingin promosiin suami baru unyuu~ walaupun ada suami baru tp suami lama tetep

eksis kok.. ceritanya jg agak tragis mungkin.. maklum ud kehabisan ide bkin yg happy ending..

happy reading chingudeul 😀

***

Eun Hyuk POV

Bogoshippeunde nae saranghae Hyun Ri…..

Sudah setahun berlalu sejak kejadian mengerikan itu. Yeoja yang paling aku cintai, yang paling aku sayangi, dan yang paling aku rindukan, pergi dan meninggalkan aku sendiri; dan berpaling kepada namja lain. Aku tidak terlalu mempermasalahkannya. Selama aku masih bisa melihatnya, itu sudah sangat cukup bagiku. Tapi kini ia benar-benar pergi dariku! Dan aku sudah tidak bisa melihatnya lagi untuk selamanya.

I love you but I hate you, Hyunnie….

Mulai saat itu aku sangat membencinya. Aku benci karena ia meninggalkan aku dan pergi bersama namja lain. Tapi saat ini aku benar-benar membencinya. Aku sangat benci padanya karena ia meninggalkan aku dimana aku sudah tidak akan bisa melihatnya lagi. Aku sudah tidak bisa mengharapkan dia kembali padaku. Dan sayangnya, aku tidak bisa untuk melupakannya. Semakin aku membencinya, semakin ia menghantui pikiranku.

Eun Hyun POV end

Eun Hyuk berdiri tegak didepan cermin. Sekali lagi ia memandangi penampilannya dari ujung ramut hingga ujung kaki. Ia merapikan rambutnya yang keluar dari barisan (?), merapikan kembali lipatan bajunya untuk kesekian kali, dan tak lupa untuk mengenakan parfum yang diberikan Hyun Ri sebagai hadiah kencan pertama mereka. Ia mengambil sebuah buket bunga lili dan sekotak coklat yang baru saja dibelinya. Ia mengambil kunci mobilnya disebelah laptopnya lalu mengenakan sneakersnya. Lalu ia kembali lagi kedepan cermin dan memandangi dirinya lagi dengan sebuket bunga dan sekotak coklat dikedua tangannya.

“Perfect. Tunggu aku, Hyunnie,” kata Eun Hyuk lalu keluar dari kamarnya dan memastikan semua pintu yang ada dirumahnya sudah terkunci. Kemudian ia masuk kemobilnya, menyalakan mesin, dan pergi dari menjauh dari rumahnya. Ia akan mengunjungi Hyun Ri, mantan yeojachingunya. Ia terus menyunggingkan senyumnya selama diperjalanan. Hatinya terus bersorak riang. Sesekali dipandangnya bunga lili dan sekotak coklat di jok penumpang. Walaupun mereka sudah cukup lama berpisah, tapi Eun Hyuk selalu ingat apa yang menjadi kesukaan Hyun Ri.

Forever you my girl…

Forever be my world…

You’re the only one…

The only one I ever need…

My life is you and me….

Eun Hyuk berdendang pelan sambil mendengarkan lagu dari ipodnya. Ini lagu kesukaan Hyun Ri. Ia teringat masa-masa saat masih bersama Hyun Ri. Mereka selalu menyanyikan lagu itu bersama.

“Ahh… aku menyesal telah memperkenalkan Seung Ri kepadamu, Hyunnie. Gara-gara dia, kau meninggalkan aku,” kata Eun Hyuk yang teringat akan mantan sahabatnya, Seung Ri.

Semua terasa begitu menyakitkan bagi Eun Hyuk ketika Seung Ri kembali dan masuk dikehidupan Eun Hyuk dan Hyun Ri. Sahabat kecil yang sangat dipercayanya, yang sangat dibanggakannya, tega mengambil Hyun Ri dari pelukannya. Memang menyakitkan, tapi itulah kenyataannya. Baginya, selama itu membuat Hyun Ri bahagia, ia ikhlas.

Eun Hyuk memarkir mobilnya ditepi jalan. Sekali lagi ia berkaca dikaca spion mobilnya. Ia tersenyum kecil melihat pantulan dirinya dari kaca mobil itu. Ia keluar dari mobilnya dan menyusuri jalan setapak dihadapannya. Semakin jauh ia menyusuri jalan itu, semakin banyak barisan batu berukir yang ditemuinya. Sesekali ia melewati pohon-pohon kecil diantara barisan batu. Ia berbelok kekiri lalu kekanan, lalu kekiri lagi *kebanyakan kiri mau ke neraka xD**plak*. Walaupun menempuh perjalan yang lumayan jauh, ia tidak merasa lelah sedikit pun. Bibir merahnya terus menyunggingkan senyum yang pernah membuat Hyun Ri jatuh cinta padanya. Kini ia kembali tersenyum seperti dulu; berharap Hyun Ri bisa kembali padanya.

Akhirnya Eun Hyuk menghentikan perjalanannya dan berdiri didepan sebuah batu. Batu itu sudah terlihat kusam karena tak pernah dikunjungi. Batu itu bertuliskan Song Hyun Ri serta tanggal-tanggal istimewa sekaligus menyakitkan yang tak mungkin dilupakan Eun Hyuk.

“Annyeong hasseyo, Hyun Ri-ya. Yeojum eottosaeyo? Bogoshippeunde,” kata Eun Hyuk dihadapan nisan itu. Ia berharap seorang yeoja akan keluar dari bawah batu itu dan membalas salamnya. Tapi tak terjadi apapun. Suasana tetap sunyi. Hanya deru angin dan rerumputan yang melambai seolah membalas salamnya.

“Lihat. Aku membawakanmu bunga lili dan coklat. Aku ingat kau sangat menyukai lili dan coklat,” kata Eun Hyuk yang masih terus tersenyum. Ia meletakkan buket bunga dan coklat itu didepan nisan tersebut.

“Ahh.. aku sangat merindukanmu, Hyunnie. Kau tahu aku sangat kesepian tanpa dirimu?” kata Eun Hyuk lagi. Senyum itu mulai menghilang dari bibir merahnya. Matanya sudah terasa panas.

“Hyun Ri-ya, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Kau mau, kan?”

“Kita mau kemana, oppa?”

“Ikut saja. Aku yakin kau akan menyukainya,”

Kelebatan-kelebatan masa lalu mulai menghampiri Eun Hyuk. Bayangan akan Hyun Ri perlahan menembus benaknya. Rasanya sangat menyakitkan tapi Eun Hyuk membiarkannya. Ia menikmati setiap sensasi yang diciptakan dari rasa sakit itu. Rasa sakit yang diciptakan Hyun Ri untuk dirinya.

“Oppa, ini tempat yang sangat indah,” kata Hyun Ri sambil tersenyum riang.

“Aku kan sudah bilang kau pasti menyukainya,” kata Eun Hyuk yang juga tersenyum.

“Gomawo,oppa,”

“Sekarang tutup matamu,”

“Wae?”

“Ikut saja,”

Hyun Ri menutup matanya. Kemudian Eun Hyuk mengeluarkan sebuket bunga lili dari balik punggungnya.

“Buka matamu sekarang.” Eun Hyuk menyodorkan buket bunga itu dihadapan Hyun Ri.

“Jeongmal gomawo, Eun Hyuk oppa! Aku sangat-sangat suka bunga lili!” kata Hyun Ri sambil berlocat-loncat kecil. Ia sangat senang akan akan hadiah yang Eun Hyuk berikan.

“Cheonmanneyo, Hyun Ri-ya,” jawab Eun Hyuk yang tersenyum manis. Senyuman yang membuat Hyun Ri jatuh cinta pada Eun Hyuk untuk pertama kalinya.

“Sial kau, Hyunnie. Kenapa kau membuatku merasa seolah kau memberiku kesempatan untuk memilikimu saat itu?” kata Eun Hyuk. Ia menatap pilu nisan dihadapannya. Teringat tawa pertama yang diberikan Hyun Ri untuknya. “Huhh.. I’m hurted.”

Eun Hyuk mengajak Hyun Ri berkeliling tempat itu. Ia hanya bisa tersenyum melihat Hyun Ri bercerita tentang dirinya, tentang teman-temannya, tentang keluarganya.

“Oppa tahu? Aku sangat suka coklat. Hampir semua barang-barangku berwarna coklat,” kata Hyun Ri riang.

“Gurae? Kenapa kau sangat menyukai coklat?”

“Molla, tapi menurutku coklat membuatku lebih tenang. Apapun bentuknya, asalkan coklat bisa membuatku lebih baik.”

Semua jawaban polos Hyun Ri semakin menambah daya tarik Eun Hyuk, dan rasa sayang dalam diri Eun Hyuk semakin dalam.

“Hyun Ri-ya?”

Hyun Ri yang daritadi asik bercerita menghentikan ocehannya. “Wae, oppa?”

“Nan sarang handago, Hyun Ri-ya,” kata Eun Hyuk. Hyun Ri langsung menghentikan langkahnya dan memandang Eun Hyuk dengan pandangan bertanya.

“Gurae,oppa?”

“Ne. jeongmal saranghae, Hyun Ri-ya,”

“Na do saranghae,oppa.” Kedua pipi Hyun Ri merah seperti tomat saat mengatakan hal itu.

“Kau mau menjadi yeojachingu ku?”

“Ne, oppa. Aku mau.”

“Gomawo, Jagiya.”

Eun Hyuk memeluk Hyun Ri untuk pertama kalinya. Pelukan yang menjadi saksi bisu kisah cinta mereka.

“Kenapa kau memperbolehkan aku menjadi namjachingu mu saat itu?” kata Eun Hyuk yang masih memandangi nisan itu dengan pilu. “Aku sakit, Hyun Ri-ya. Dan hanya kau yang bisa menyembuhkan rasa sakit itu,”

Air mata mulai mengalir dari kedua pelupuknya. Kedua tangannya terkepal erat. Kakinya terasa sangat lemas.

“Bisakah kau kembali untuk menyembuhkan aku?”

“Saengil chukkahamnida, oppa,” kata Hyun Ri yang memeluk Eun Hyuk dari belakang.

Eun Hyuk membalikkan tubuhnya dan memeluk balik Hyun Ri.

“Gomawo, Hyunnie. Neoui saranghae,” kata Eun Hyuk. Ia menghirup aroma tubuh Hyun Ri yang lembut. Memeluk yeoja itu dengan erat dan berharap yeoja itu takkan pernah meninggalkannya. Hyun Ri adalah hadiah ulang tahun terindah baginya.

“Na do saranghae, oppa,” kata Hyun Ri.

Eun Hyuk mengecup kening Hyun Ri. Pelan tapi pasti, bibir Eun Hyuk turun ke kelopak mata Hyun Ri, turun mengecup pipi Hyun Ri.

“Jeongmal saranghae, Hyun Ri-ya.” Eun Hyuk melumat bibir Hyun Ri dengan lembut, menggairahkan, penuh sensasi, dan dengan penuh cinta….

“Huhh… kenangan itu.” Eun Hyuk tersenyum sendiri mengingat ciuman pertamanya dengan Hyun Ri. Ciuman yang menimbulkan sejuta sensasi, ciuman yang tak mungkin dilupakannya.

“Kau memberikan hadiah terindah untuk ulang tahunku, Hyunnie. Aku tentu tak akan pernah bisa melupakan kejadian itu. Gomawo.” Eun Hyuk kini tersenyum lagi. “Aku masih ingat rasa manis bibirmu. Dan aku bisa merasakannya sekarang.” Eun Hyuk terdiam. Ia menatap kosong nisan kusam itu. Entah apa yang merasuki otaknya, tapi ia berusaha mencari celah untuk mengangkat tubuh dibawah nisan itu.

“Hyunnie, kenalkan ini temanku.”

Hyun Ri menjabat tangan namja yang dihadapannya. Namja itu tak berhenti tersenyum melihat Hyun Ri.

“Choi Seung Ri imnida,” kata namja itu.

“Song Hyun Ri imnida.”

Seung Ri dan Hyun Ri terus bertatapan dan tersenyum dalam waktu yang cukup lama. Hal itu membuat Eun Hyuk resah. Entah kenapa, ia merasa bahwa Seung Ri sahabatnya, jatuh cinta kepada Hyun Ri.

“Hyunnie, kau ada janji dengan temanmu, kan?” tanya Eun Hyuk.

“Ne, oppa,” jawab Hyun Ri yang sedikit terkejut.

“Kau bisa pergi sendiri, kan?” tanya Eun Hyuk lagi.

“Ne, oppa. Annyeong,” jawab Hyun Ri lalu pergi dari tempat itu.

“Bagaimana menurutmu tentang Hyun Ri?” tanya Eun Hyuk ketika ia tinggal berdua saja dengan Seung Ri.

“Molla, tapi ia yeoja yang manis dan baik,” jawab Seung Ri sambil memandangi Hyun Ri yang semakin menjauh.

Eun Hyuk menatap nisan disamping nisan Hyun Ri.

“Pabo kau, Seung Ri!!” kata Eun Hyuk. “Aku tahu kau menyukai Hyun Ri sejak pertama kali melihatnya. Mulai saat itu aku takut kehilangan Hyun Ri.”

Eun Hyuk terdiam. Ia tersenyum pahit pada nisan mantan sahabatnya itu. Bayangan-bayangan masa lalu itu terus mendatanginya, tak mengenal kenangan indah maupun kenangan pahit. Seakan itu adalah hukuman baginya karena menyimpan rasa benci terhadap Hyun Ri.

“Oppa, bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Hyun Ri.

“Mwoyo?” tanya Seung Ri.

“Tapi oppa jangan marah ya?”

“Ne.”

“Sebenernya, Seung Ri itu orangnya seperti apa?”

Raut wajah Eun Hyuk langsung berubah muram. Entah apa yang dirasakan Hyun Ri sampai ia berani bertanya tentang Seung Ri. Memang hal itu tidak salah, tapi bagi Eun Hyuk itu masalah besar.

“Kenapa kau menanyakannya?” tanya Eun Hyuk dengan nada curiga.

“Oppa marah” kata Hyun Ri dengan rasa takut.

“Aniyo.”

“Oppa mau memberitahuku kan?”

“Huhh.. kau ingin tahu tentang apa?”

“Apa saja.”

“Baiklah. Seung Ri adalah sahabatku. Kami sudah 7 tahun bersama. Ia adalah orang yang baik, pintar dance, pintar menyanyi, dan tentu saja ia tampan. Ketika aku susah, ia juga selalu ada untuk membantuku.”

“Kau tahu perasaanku saat Hyun Ri menanyakan tentang dirimu?” tanya Eun Hyuk sambil tersenyum pahit pada makan Seung Ri. Ia ingin marah tapi tak bisa. Seung Ri adalah sahabat satu-satunya, dan Hyun Ri mencintai Seung Ri. Ia tidak bisa melukai ataupun marah kepada orang yang dicintai Hyun Ri. Tapi kenyataan berkata lain. Hatinya marah, dendam susah menumpuk, sesak; jika harus mengingat semua tentang mereka bertiga. Seluruh jiwanya terasa sangan sakit.

“Segitu baiknya kah Seung Ri?” tanya Hyun Ri.

“Ne. tapi sebaik-baiknya orang tetap ada buruknya,” jawab Eun Hyuk.

“Maksud oppa?”

“Chagi, sewaktu sekolah Seung Ri terkenal sebagai namja yang sangat playboy. Hampir seluruh yeoja disekolahku ia kencani.”

“Gurae?” Hyun Ri seakan tidak percaya apa yang barusan dikatakan Eun Hyuk. Menurutnya, Seung Ri bukanlah orang yang seperti itu.

“Ne. kau harus menjaga jarak dengannya. Aku tak suka kau terlalu dekat dengannya.”

“Wae, oppa? Apa kau berpikir bahwa aku akan meninggalkanmu?”

“Molla.”

“Aku tidak akan meninggalkan oppa. Saranghaeyo oppa.” Hyun Ri memeluk Eun Hyuk dengan erat.

“Araseo?”

“Araseo, oppa.” Eun Hyuk membalas pelukan Hyun Ri dengan erat. Ia benar-benar takut jika harus kehilangan Hyun Ri.

Eun Hyuk kembali memandangi nisan Hyun Ri. Hatinya terasa sakit walaupun masih ada sedikit rasa bahagia dihatinya.

“Gomawo, Hyunnie. Kau telah memberiku janji dan aku piker kau akan tetap setia pada janjimu.” Air mata Eun Hyuk berjatuhan membasahi tanah. Rasa penyesalan yang tidak jelas sangat menghantuinya. Sakit…. Bahkan terlalu sakit.

“Ani. Aku tak pernah menyesal denganmu hingga saat ini. Tapi aku tetap tak bisa memaafkanmu, juga orang yang telah mengambil dirimu dariku.”

“Mworago?” tanya Eun Hyuk. Ia bingung melihat kedatangan Seung Ri yang menggandeng tangan Hyun Ri.

“MWORAGO?” Suara Eun Hyuk semakin meninggi. Matanya berkilat-kilat. Emosinya dengan cepat telah mencapai titik maksimumnya.

“Hyun Ri bukan milikmu lagi,” jawab Seung Ri tenang. Tangannya menggandeng tangan Hyun Ri lebih erat dari sebelumnya saat mengatakan hal itu.

“GEOTJIMAL!” teriak Eun Hyuk.

“Ani. Itu benar oppa. Aku sadar bahwa aku lebih mencintai Seung Ri. Jeongmal mianhae oppa,” kata Hyun Ri dingin.

“Wae? Waeyo, chagi?!” tanya Eun Hyuk kepada Hyun Ri dengan nada frustasi.

“Jangan panggil aku ‘chagi’ lagi. Aku bukan yeojachingu mu lagi. Aku sudah tidak mencintaimu lagi,” jawab Hyun Ri kaku.

“Bagaimana dengan semua janjimu, Hyun Ri-ya?!”

“Lupakan! Aku sudah bukan siapa-siapamu lagi.”

Eun Hyuk tidak dapat menahan emosinya lagi. Ia berlari kearah Hyun Ri dan mendorong yeoja itu hingga terjatuh. Eun Hyuk tak segan untuk memukuli yeoja yang pernah mengisi hatinya dulu. Seung Ri marah melihat perilaku Eun Hyuk kepada Hyun Ri. Ia langsung menarik kerah baju Eun Hyuk dan memukul Eun Hyuk tanpa ampun. Eun Hyuk yang tidak terima diperlakukan seperti itu memukul Seung Ri balik. Mereka saling berkelut, menghajar satu sama lain, dan berusaha membinasakan lawannya.

“Berhenti!!!” teriak Hyun Ri histeris. Tapi kedua namja itu tidak menggubrisnya. Mereka terlalu asik dalam pergulatan yang sedang mereka lakukan *hiperbola banget ye? Wkwk*

Hyun Ri yang sudah habis kesabarannya ikut masuk dalam pergulatan itu. Ia berusaha untuk melerai kedua namja yang sedang berkelahi. Tanpa disengaja, pukulah Eun Hyuk salah sasaran dan mengenai Hyun Ri. Cipratan darah keluar dari mulut Hyun Ri. Hyun Ri langsung berlutut menahan sakit dari pukulan Eun Hyuk.

Eun Hyuk dan Seung Ri langsung menghentikan perkelahian mereka. Tubuh mereka serasa terpaku ditempat melihat Hyun Ri dalam keadaan yang sangat kesakitan.

“Hyun Ri-ya! Jeongmal mianhae!” teriak Eun Hyuk. Ia segera menghampiri Hyun Ri dan memeluk Hyun Ri.

Seung Ri semakin emosi melihat Eun Hyuk memeluk Hyun Ri. Dengan rasa marah yang luar biasa, ia mendorong tubuh Eun Hyuk hingga ia terjatuh. Lalu ia membopong Hyun Ri dan membawanya pergi dari tempat itu.

Kaki Eun Hyuk terasa sangat lemas. Ia terjatuh diantara nisan Seung Ri dan Hyun Ri. Ia menangis dan berteriak. Hatinya terasa dihantam bola api yang sangat panas saat memori akan kejadian itu dengan senang hati menghampirinya.

“Kalian semua brengsek!” teriak Eun Hyuk. Ia masih terus menangis.

Langit menjadi mendung. Perlahan butiran air hujan turun dari langit yang tidaklah lagi seputih kapas. Eun Hyuk masih disana dan tidak beranjak dari posisinya. Bunga lili dan coklat yang dibawa Eun Hyuk pun mulai basah karena hujan.

“Jeongmal mianhae, Hyunnie. Aku tak bermaksud melukaimu saat itu,” kata Eun Hyuk. Tapi semua sudah terlambat untuk disesali. Kini ia hanya bisa merasakan kesakitan bila memori itu akan dirinya dan Hyun Ri datang menghantuinya lagi.

“Tapi aku harus tetap belajar bersyukur. Setidaknya pukulan itu bisa menjadi pelajaran bagimu agar kau bisa merasakan bagaimana sakitnya aku ketika kau meninggalkan aku.”

Hari semakin larut. Matahari sudah memasuki peraduannya. Hujan turun semakin deras. Dan Eun Hyuk tetap tidak beranjak dari tempatnya. Ia hanya berdiri, berlutut, duduk, lalu berdiri lagi; agar tidak merasa terlalu capek. Masih di tempat yang sama; diantara nisan Seung Ri dan Hyun Ri. Ia bermain-main kecil dengan kelopak bunga lili yang mulai remuk oleh derasnya hujan.

Kepalanya terasa sangat pusing. Badannya sudah kedinginan. Napasnya mulai terasa sesak karena ia tidak tahan dengan cuaca dingin. Tubuhnya sangat lemas. Kedua kakinya terasa tidak kuat untuk menopang berat badannya lagi.

“Yeobosaeyo?”

“Annyeong, Eun Hyuk-ssi. Ini umma nya Hyun Ri.” Eun Hyuk terdiam. Ia merasa ada yang aneh. Untuk apa umma Hyun Ri meneleponnya? Dan suara umma Hyun Ri juga terdengar seperti menahan tangis.

“Mworago, ahjumma?” tanya Eun Hyuk.

“Hyun Ri…dan Seung Ri kecelakaan,” jawab ahjumma.

Eun Hyuk terdiam kembali. Ia berusaha mencerna informasi yang baru diterimanya itu. Sementara ahjumma masih setia menunggu respon Eun Hyuk. Tapi Eun Hyuk hanya diam dan tidak memberikan respon apapun.

“Seung Ri meninggal. Hyun Ri masih koma, tapi kondisinya tak memungkinkan ia mampu bertahan lebih lama,” lanjut ahjumma.

Eun Hyuk masih diam. Tapi ia sudah bisa menangkap maksud dari informasi itu. Artinya, Seung Ri sahabatnya sudah pergi untuk selamanya. Hyun Ri… yeoja yang dicintainya, juga akan pergi untuk selamanya. Ia tak tahu harus merasakan apa. Tapi itu sangat menyakitkan. Hyun Ri….

“Ahjumma harap kau mau menjenguk Hyun Ri. Ahjumma tahu bahwa Hyun Ri masih mencintaimu,” kata ahjumma lalu telepon itu terputus.

Eun Hyuk masih terdiam dan tak merubah posisinya. Tangannya masih tetap menggenggam teleponnya. Ahjumma bilang bahwa Hyun Ri masih mencintainya. Baginya itu hanyalah bullshit. Tapi tetap saja Hyun Ri akan pergi dan tak akan pernah kembali padanya.

Eun Hyuk segera keluar dari rumahnya, dan langsung pergi ke rumah sakit tempat Hyun Ri dirawat. Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak peduli berapa banyak klakson yang menyapanya, atau berapa banyak lampu merah yang dilewatinya, dan tak peduli berapa banyak orang yang telah ditabraknya. Baginya yang terpenting saat ini adalah Hyun Ri.

Eun Hyuk segera keluar dari mobilnya dan berlari ke ruang tempat Hyun Ri dirawat. Langkahnya terhenti didepan pintu kamar Hyun Ri. Ia mengintip dari celah kaca pintu itu. Hyun Ri tertidur kaku, tanpa ekspresi, pucat.

Perlahan-lahan, kakinya melangkah memasuki kamar itu. Ia duduk disebelah tempat tidur Hyun Ri sambil menggenggam tangan yeoja itu dan menatapnya penuh kesedihan.

“Ini hukumanmu karena meninggalkan aku,” kata Eun Hyuk lembut. Ia mengelus pipi Hyun Ri yang pucat.

“Luka-luka ditubuhmu adalah luka yang sudah kau ciptakan untukku selama ini.” Tanpa sadar, air mata Eun Hyuk menetes dari kedua pelupuk matanya.

“Aku yakin kau pasti berpikir bahwa aku orang yang jahat. Dan kenyataannya seperti itu. Tapi aku berharap kau tidak akan meninggalkan aku. Saranghae Hyun Ri.”

Kali ini Eun Hyuk benar-benar menangis. Air mata membasahi tempat tidur Hyun Ri. Walaupun ia membenci Hyun Ri, tapi ia tetap mencintainya. Ia tidak rela jika harus kehilangan Hyun Ri lagi.

Eun Hyuk terkejut. Tiba-tiba saja napas Hyun Ri menjadi satu-satu. Tekanan jantungnya tidaklah normal lagi.

“Dokter!!!” teriak Eun Hyuk dalam tangisnya. Tapi tak ada satupun yang menjawab walaupun ia sudah berteriak berulang kali. Mungkin ini memang sudah takdir. Hyun Ri memang harus pergi dan meninggalkan Eun Hyuk.

“Kau tahu sakitnya hatiku saat itu? Saat kau memutuskan untuk meninggalkan aku selamanya?” Tubuh Eun Hyuk sudah sangat lemas. Ia tertidur diantara kedua nisan orang yang membuatnya mengalami kesakitan.

Eun Hyuk POV

Pabo! Aku memang pabo! Untuk apa aku menderita seperti ini demi orang yang sudah meninggal? Lagipula orang itu juga telah menyakitiku. Ini semua tidak adil. Aku benci mereka. Aku benci Hyun Ri. Aku benci Seung Ri. Mereka pembohong besar. Mereka hanya bisa mengucapkan janji palsu. Dasar manusia munafik! Sekarang kalian berdua sudah bersenang-senang, kan? Kini hanya ada aku sendiri, menjalankan sisa-sisa penderitaanku sendiri. Kalian sangat jahat. Kalian pasti menertawakan aku dari tempat yang tidak kuketahui bukan? Aku benci kalian seumur hidupku.

Eun Hyuk POV end

RCL ya ^^

%d blogger menyukai ini: