Beranda > Big Bang, CBF > [FF] One Shot/Tell Me Good Bye vers.1/T

[FF] One Shot/Tell Me Good Bye vers.1/T

Title: Tell Me Good Bye

Genre: Au, Stuff

Rating: Teenager

Length: One Shot

Author: Fransiska

Cast:

-Choi Seung Ri a.k.a Seung Ri Big Bang

-Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon Big Bang

-Kim Kyu Jong SS501

-Song Hyun Ri a.k.a Author

***

Choi Seung Ri, namja berumur 19 tahun. Kuliah di Chungang University jurusan psikologi semester 4. Ia mempunyai seorang dongsaeng bernama Choi Kyu Jong dan seorang sahabat bernama Kwon Ji Yong. Setiap hari kerjaannya adalah mengamati seorang yeoja bernama Song Hyun Ri, anak SMA kelas XII IPA, berumur 17 tahun, yang sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional. Seung Ri jatuh cinta pada Hyun Ri sejak pertama kali ia melihat yeoja itu. Setiap kali Hyun Ri pulang sekolah, Seung Ri akan pergi ke sekolah Hyun Ri untuk mengamati yeoja itu. Seung Ri juga sering mengambil foto Hyun Ri secara diam-diam.

“Kenapa kau tidak langsung mendekati yeoja itu saja?” tanya Ji Yong ketika Seung Ri akan pergi mengamati Hyun Ri.

“Aku menunggunya tamat SMA. Aku tidak mau jalan bersma yeoja yang masih memakai seragam,” jawab Seung Ri. Menurut Ji Yong, alasan Seung Ri sangatlah tidak masuk akal. Baru kali ini ia mendengar alasan bodoh seperti itu.

Ji Yong juga selalu bersabar kalau Seung Ri mulai menceritakan hasil pengamatannya. Terkada berita yang dibawakan oleh Seung Ri sangatlah tidak penting ataupun sudah pernah diceritakannya. Dan setiap kali Seung Ri menceritakan hal yang sudah ia pernah ceritakan, Ji Yong akan melanjutkan ceritanya karena ia hafal apa yang akan diceritakan Seung Ri selanjutnya. Dan biasanya tinggal Seung Ri yang malu-malu sendiri.

Jika Seung Ri tidak melihat Hyun Ri sehari saja, ia akan langsung kelabakan seperti seorang raja yang kehilangan seluruh harta kerajaannya. Pertanyaan-pertanyaan aneh akan diucapkan Seung Ri. Ji Yong dan Kyu Jong adalah sasaran empuk untuk mendengar setiap curhatan Seung Ri tentang Hyun Ri. Ji Yong dan Kyu Jong selalu memasang dalam ingatannya, jangan pernah membantah apa yang Seung Ri ucapkan karena hal itu akan membuat ceritanya semakin panjang.

Mendekati ujian akhir, tingkah laku Seung Ri semakin tidak manusiawi.Ji Yong dan Kyu Jong hanya bisa bersabar menghadapi semua kelakuan Seung Ri. Ia selalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang aneh-aneh, seperti “Apakah Hyun Ri akan lulus?”, “Apa ia sudah belajar?”, “Apakah ia bisa menghadapi soal-soal ujiannya?”, dan berbagai pertanyaan aneh lainnya.

Menjelang kelulusan, sikap Seung Ri semakin keterlaluan. Ia selalu mengamati Hyun Ri dari yeoja itu keluar rumah sampai masuk ke rumahnya lagi. Seung Ri juga menjadi sering bolos kuliah demi mengamati dan memastikan Hyun Ri dalam keadaan selamat. Seung Ri juga menjadi lebih pendiam. Ia bingung mau memberikan hadiah apa ketika Hyun Ri lulus nanti. Ia juga rela menghemat hingga tidak jajan demi membelilkan hadiah untuk Hyun Ri.

Seung Ri sangat gembira saat mengetahui bahwa Hyun Ri lulus dengan nilai yang baik. Ia tidak sabar menanti Hyun Ri didepan kampusnya. Tapi Seung Ri kecewa, ternyata Hyun Ri malah satu kampus dengan Kyu Jong. Kyu Jong selalu bersabar menghadapi setiap omelan Seung Ri.

“Kenapa ia harus satu kampus denganmu?” tanya Seung Ri ketika ia mengetahui bahwa Kyu Jong lah yang satu kampus dengan Hyun Ri.

“Mollasaeyo. Aku kan bukan appanya,” jawab Kyu Jong.

“Tapi aku tidak rela ia dekat denganmu,”

“Itu urusanmu. Aku juga tidak berharap ia bersamaku,”

“Kalau begitu aku memberimu tugas untuk menjaganya. Jangan sampai ia jatuh cinta pada siapapun. Jangan sampai ia punya pacar,”

“Mwo? Andwae! Emang aku siapanya Hyun Ri,” kata Kyu Jong yang kaget mendengar kata-kata Seung Ri.

“Ayolah saeng. Kau kan dongsaengku yang paling baik,” kata Seung Ri dengan nada membujuk.

“Kalau kau bukan hyungku, aku tidak akan mau melakukannya,” kata Kyu Jong.

“Gomawo, saengie. Aku tahu kau adalah dongsaeng terbaik. Hahaha,” kata Seung Ri sambil tertawa.

Tapi seiring berjalannya waktu, Kyu Jong menjaga Hyun Ri bukan didasarkan pada Seung Ri lagi, tapi ada perasaan lain yang ia rasakan terhadap Hyun Ri. Hyun Ri juga merasakan ada perubahan pada sikap Kyu Jong. Kyu Jong menjadi sangat protek terhadap dirinya. Kemanapun ia pergi, Kyu Jong akan selalu ada. Seung Ri menganggap hal itu sebagai rasa sayang Kyu Jong terhadap dirinya. Seung Ri tidak menyadari bahwa Kyu Jong juga mencintai Hyun Ri.

“Kenapa kau tidak menyatakan perasaanmu pada Hyun Ri sampai saat ini?” tanya Ji Yong. Ia sadar bahwa kyu Jong juga jatuh cinta pada Hyun Ri. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Kyu Jong lah yang menjadi namja chingunya Hyun Ri.

“Aku merasa belum siap. Tapi aku akan menyatakan perasaanku jika aku siap,” jawab Seung Ri sambil tersenyum.

“Tapi aku khawatir melihat kedekatan Kyu Jong dan Hyun Ri,”

“Mwo? Jadi kau pikir bahwa Kyu jong juga menyukai Hyun Ri?”

“Molla. Kan itu hanya perasaanku saja,”

“Mana mungkin. Aku yakin perhatian Kyu jong selama ini karena ia sayang padaku. Haha,”

“Ani. Coba kau ingat lagi. Kyu Jong pernah membantumu seperti sekarang? Terus apakah kau pernah ingat Kyu Jong dekat dengan seorang yeoja?”

“Memang tidak pernah. Tapikan mungkin saja ia telah berubah dan mau membantuku dengan tulus,”

“Terserah kau sajalah. Yang harus kau ingat bahwa banyak peluang Kyu Jong jatuh cinta pada Hyun Ri begitu pula sebaliknya,” kata Ji Yong yang mulai kewalahan menghadapi Seung Ri.

Seung Ri kembali merenungkan kata-kata yang diucapkan Ji Yong. Memang ada banyak peluang bahwa Kyu Jong jatuh cinta pada Hyun Ri, begitu pula dengan Hyun Ri. Apalagi Kyu Jong memang sangat dekat dengan Hyun Ri. Terus apa yang harus ia lakukan jika itu benar terjadi?

2 weeks later..

“Ji Yong-ah!” teriak Seung Ri.

“Emang harus teriak gitu ya? Mworago?” kata Ji Yong yang kesal.

“Aku siap,” kata Seung Ri dengan wajah berseri-seri.

“He? Siap apa?”

“Aigo! Aku lupa memberitahumu ya? Hari ini aku akan menyatakan perasaanku pada Hyun Ri,”

“Gurae? Aku ikut ya?”

“Ne. Kau dan Kyu Jong memang wajib ikut,”

“Whoaa..” Ji Yong sangat senang bahwa Seung Ri juga mengajaknya. ” Eh, hadiah apa yang akan kau berikan?” tanya Ji yong.

“Aku sudah membelikannya sebuah liontin. Terus aku juga akan memperlihatkan foto-foto yang selama ini sudah aku kumpulkan,” jawab Seung Ri dengan semangat .

“Jeongmal gomawo, chingu. Aku sudah memberitahu Kyu Jong. Sekarang ia bersama Hyun Ri sedang menunggu di depan cafe,”

“Kalau begitu kita berangkat sekarang!” Ji Yong begitu bersemangat. Bukan karena Seung Ri akan mendapat seorang yeoja chingu baru, tapi ia akan segera bebas dari curhatan Seung Ri yang tidak penting lagi.

“Tunggu dulu!” kata Seung Ri tiba-tiba. Raut mukanya berubah serius.

“Mworago? Kau sakit?”

“Aniyo. Aku cuma mau bilang eee…”

“Mworago?”

“Kalau aku pergi, tolong sampaikan pada Kyu Jong, aku titip Hyun Ri,” kata Seung Ri. Tiba-tiba saja perasaannya menjadi tidak enak.

“Kau bicara apa sih? Kayak mau mati saja,”

“Gwechanayo. Perasaanku hanya tidak enak,”

“Sudahlah. Ada yang menunggumu,” kata Ji Yong. Ia berusaha menyingkarkan perasaan Seung Ri itu dari benaknya.

@Cafe’s Area

“Hwaiting, Seung Ri-ah!!” kata Ji Yong saat Seung Ri turun dari mobilnya.

“Kau tidak ikut?”

“Aniyo. Aku lihat dari mobil saja. Hahaha,”

“Dasar.”

Di seberang jalan, di depan cafe tersebut, Hyun Ri berdiri berdampingan dengan Kyu jong. Entah kenapa Kyu Jong merasa sedih karena harus kehilangan Hyun Ri, dan mungkin saja cintanya akan bertepuk sebelah tangan.

Sampai saat ini, Kyu Jong belum memberitahu Hyun Ri tujuannya mengajak Hyun Ri ke cafe itu, Setiap kali Hyun Ri bertanya, ia hanya diam.

“Kyu Jong-ah!” teriak Seung Ri dari ujung jalan. Kyu Jong pun melambaikan tangannnya.

“Dia hyung ku,” kata Kyu Jong kepada Hyun Ri. “Dia ingin mengatakan sesuatu padamu. Atau mungkin melakukan sesuatu. Haha,”

“Mwo? Padaku? Tapi kenapa harus bawa bunga?” tanya Hyun Ri yang melihat Seung Ri membawa buket bunga dan bingkisan dalam pelukannya.

“Sudahlah. Kau lihat saja,” ujar Kyu Jong. Hyun Ri semakin penasaran dengan apa yg akan dilakukan Seung Ri. Apa mungkin namja itu akan menembak dirinya? pikir Hyun Ri.

Seung Ri berjalan menyeberangi jalan dengan perasaan berbunga-bunga. Ia tidak menyangka bahwa penantiannya selama setahun akan segera berakhir. Ia tidak sabar menunggu Hyun Ri mengatakan ‘jeongmal saranghaeyo, oppa’, ia tidak sabar menunggu Hyun Ri memanggilnya ‘jagiya’. Ia tidak sabar membayangkan 5 tahun lagi ia akan menjadi seorang appa dan Hyun Ri menjadi umma. Hyun Ri memanggilnya ‘yeobo’, mereka akan punya banyak cucu.

Seung Ri yang sudah tidak dapat menahan perasaannya lagi berteriak di tengah jalan, “JEONGMAL SARANGHAEYO HYUN RI-SSI!!” Semua orang yang ada disekitarnya bisa mendengar ucapannya dengan jelas, termasuk Hyun Ri.

Tiba-tiba saja kejadian itu terasa begitu cepat. Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju ke arah Seung Ri. Segera setelah itu sesosok tubuh terpental dua meter jauhnya dari tempat ia berdiri. Darah bercucuran dari setiap senti tubuhnya. Bunga dan bingkisan yang dibawanya berserakan ditengah jalan. Kalung yang ia beli dari hasil jerih payahnya hancur berkeping-keping.

Ji Yong dan Kyu Jong segera berlari menghampiri tubuh Seung Ri yang tergeletak sudah tidak bernyawa.

“HYUNGGG!!!!” teriak Kyu Jong. Ia menggunacang-guncang tubuh Seung Ri tapi tetap saja tubuh itu terkulai lemas dan tak bernyawa.

Ji Yong terdiam melihat tubuh sahabatnya bersimbah darah dan tak bernyawa. Baru beberapa saat tubuh itu berjalan penuh senyuman dengan seikat mawar putih dan bingkisan yang penuh arti. Baru beberapa saat lalu tubuh itu berteria ‘jeongmal saranghae Hyun Ri’ dan itu tak akan pernah terdengar lagi.

Hyun Ri masih belum menyadari apa yang baru dialaminya. Baru beberapa saat lalu seorang namja menyatakan cinta padanya, dan sekarang namja itu pergi sebelum ia tahu siapa namja itu. Kenapa hal itu bisa terjadi padanya? *karena authornya pingin gitu. hahha* *PLAK*

Hyun Ri menghampiri tubuh Seung Ri yang terkulai dalam pelukan Kyu Jong. Disekitarnya terdapat foto-fotonya dalam berbagai situasi. Siapa namja ini sebenarnya? Kenapa namja itu seolah tahu semua tentang dirinya?

@The Funeral

Puluhan orang mengelilingi sebuah makam berhiaskan batu pualam putih. Di dalam makam itu terbaring sesosok tubuh yang sangat berarti dan sekarang tubuh itu tidak akan mengisi kehangatan bagi orang-orang yang ditinggalkannya. Saat upacara pemakaman itu selesai, satu-persatu pelayat meninggalkan makam Seung Ri. Hanya ada Hyun Ri, Kyu Jong, dan Ji Yong yang masih menunggu disana.

“Kau tahu, Hyun Ri-ya?” tanya Ji Yong yang masih menatap pilu makam Seung Ri.

“Mwo?” tanya Hyun Ri balik.

Ji Yong tersenyum pahit. “Seung Ri. Ia mencintaimu melebihi apa yang kau bayangkan. Setiap hari ia selalu ke sekolahmu hanya untuk melihatmu dan mengamatimu. Ia juga selalu melaporkan hasil pengamatannya padaku dan Kyu Jong, dan menurutku tingkah lakunya itu freak,” kata Ji Yong. Ia berusaha membongkar semua kenangan Seung Ri yang bisa ia bagikan kepada Hyun Ri. “Seung Ri rela tidak jajan sebulan demi membelikanmu hadiah ketika ia akan menyatakan cinta padamu. Masih banyak lagi kenangan lagi tentang Seung Ri. Ia adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki selama ini. Aku tak menyangka ia akan meninggalkanaku secepat ini.” Tanpa sadar airmata jatuh dari kedua pelupuk matanya.

“Aku masih tidak mengerti,” kata Hyun Ri.

“Mwoyo?” tanya Ji Yong.

” Kalau ia mencintaiku, kenapa ia tidak langsung mendekatiku saja,”

Kyu Jong yang daritadi hanya diam tertawa kecil. “Itu alasan terbodoh yang pernah diucapkan Seung Ri. Ia tidak ingin jalan bersama yeoja yang masih mengenakan seragam. Aku tak akan bisa melupakan hal itu,” kata Kyu Jong.

“Dan ia rela menungguku sampai aku menjadi mahasiswi?” tanya Hyun Ri yang kaget.

“Ne,” kata Kyu Jong. Ia merogoh ke dalam sakunya dan mengeluarkan sebuah liontin. ” Ini adalah satu-satunya barang yang tersisa dari kecelakaan itu. Sebenarnya ini adalah hasil jerih payah nya hingga tidak jajan selama sebulan. Aku harap kau mau menjaganya,” kata Kyu Jong sambil meletakkan liontin itu ditelapak tangan Hyun Ri.

Hyun Ri menerima liontin itu dengan haru. Ia menangis karena kagum akan perjuangan Seung Ri. Ia juga merasa bersalah atas kematian yang dialami Seung Ri.

“Neoui mianhae,” kata Hyun Ri. “Ini semua salahku.”

“Ani. Tidak ada yang perlu dipersalahkan. Ini semua sudah terlanjur terjadi,” kata Kyu Jong.

“Kyu Jong-ah, Seung Ri menitipkan sebuah pesan padamu sebelum kecelakaan itu,” kata Ji Yong.

“Pesan apa?” tanya Ji Yong.

“Ia ingin kau menjaga Hyun Ri,”

Kyu Jong menatap makam Seung Ri. Benarkah Seung Ri rela melepas Hyun Ri demi dirinya? Atau Seung Ri memang tahu kalau dirinya juga mencintai Hyun Ri dan ia telah mempunyai firasat tentang semua ini?

“Hyung….” Kyu Jong berlutut disamping makam Seung Ri. “Sekalipun aku tidak mencintai Hyun Ri, aku akan tetpa menjaganya. Tapi kenyataannya aku juga mencintai Hyun Ri. Aku harap kau mau merestuinya,” kata Kyu Jong.

Kyu Jong berdiri dan menghampiri Hyun Ri. “Kau dengar apa yang dipesankan hyungku? Aku juga ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu. Dan aku akan mencintaimu lebih besar daripada cinta Seung Ri. Maukah kau menjadi yeoja chinguku?” kata Kyu Jong sambil menggenggam tangan Hyun Ri.

Hyun Ri menatap makam Seung Ri dengan pandangan bersalah, kagum. Ia rela melakukan apapun agar bisa menghilangkan rasa bersalahnya terhadap Seung Ri.

“Karena rasa hormatku pada Seung Ri…dan karena aku mencintaimu.. Aku mau,” jawab Hyun Ri.

Kyu Jong memeluk Hyun Ri. Ji Yong terharu melihat kejadian itu. Pastilah Seung Ri bangga mempunyai dongsaeng seperti Kyu Jong.

Saat itu juga angin berhembus sepoi-sepoi, seakan-akan mewakili kegembiraan Seung Ri; atau mungkin itu memang lah Seung Ri dalam bentuk lain. Walaupun ia tidak bisa bahagia bersama Hyun Ri, tapi Kyu Jong telah mewakili semua kebahagiaannya bersama Hyun Ri.

====FIN====

Iklan
Kategori:Big Bang, CBF Tag:, ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: